Support dari @rumahbacapanter

20121216_122917

“We learn from yesterday, live for today and hope for tomorrow” – Albert Einstein.

Siang terik, panas campur aduk dengan angkot – angkot yang saling berebutan masuk ke dalam areal terminal depok, gerah, mata jadi terasa pedas. Ada dua jalur untuk masuk ke terminal depok, jalur pertama bisa membawa Anda sampai ke halaman belakang terminal, mengarah ke stasiun kereta depok, dan jalur dua akan mengantar Anda sampai ke pangkalan bis menaikan penumpang. Di jalur dua itulah, di depan pangkalan bis – bis menaik turunkan penumpang berdiri @rumahbacapanter, tempat yang kami tuju, kawan – kawan yang mau support kami dengan buku.

PANTER, adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang didirikan olehH.Agus Kurnia. PANTER atau Paguyuban Terminal merupakan induk organisasi dari belasan paguyuban-paguyuban kecil yang ada diterminal Depok. Paguyuban-paguyuban kecil ini kerap kali menimbulkan konflik, sehingga H. Agus atau kerap disapa Abah Agus, berinisiatif menyatukan mereka kedalam sebuah Induk organisasi bernama PAGUYUBAN TERMINAL atau yang lebih dikenal dengan nama PANTER DEPOK.

PANTER yang dalam misi utamanya membangun lingkungan terminal yang santun, berhasil menekan perilaku premanisme, aksi kejahatan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang hidup didunia hitam.

 “Ambil yang kanan apa yang kiri nih masuk ke terminalnya” kata @priyo_hadi seorang teman dari drop off @bukuntukpapua bsd yang menemani kami, sebenarnya menyupiri kami. Tidak biasa, karena buat apa kami bawa mobil pribadi masuk sampai ke dalam terminal jika tak ada kepentingan mendesak, penting. Kami sedang menjemput buku, ya menjemput. Kawan dari @rumahbacapanter siang itu, mensupport gerakan pengumpulan buku yang kami gagas dengan memberikan kurang lebih 500 buku pelajaran dan ada dua buku istimewa : komik tentang tokoh HAM Munir.

Saya, @gamma_heart dan priyo_hadi salah ambil jalur, kami parkir jauh di belakang terminal, tanya satu kali dimana letak @rumahbacapanter langsung di kasih petunjuk yang tepat oleh ibu penjual rokok.

Ada sebuah bilik kecil, mungkin berukuran 3×3, penuh dengan susunan buku, ada sarung biola – yang ternyata untuk dipakai melatih anak jalanan oleh teman – teman relawan @rumahbacapanter – dan ada seorang pemuda, sedang menunggu kami, disampingnya ada anak kecil usia 2-3 tahun yang sedang tidur lelap : ternyata dialah @andivox, begitu kami mengenalnya via twitter, perkenalan singkat tapi berbekas dalam, @andivox tunggu kami walau kami telat hampir setengah jam, dan katanya seharusnya ramai, tapi kawan – kawan @rumahbacapanter sedang ada acara lain, tak bisa menunggu terlalu lama.

20121216_122041

Adalah Andi Malewa, seorang sarjana Teknik lulusan Universitas Pancasila Jakarta sejak masih berstatus mahasiswa, (2007) Andi (sapaan akrabnya) telah bergabung dengan PANTER sebagai aktivis sosial. Pada mulanya, H.Agus dan Andi lebih giat beraktivitas diluar terminal, dimana pada saat itu Andi ditugaskan sebagai humas eksternal PANTER yang ditugaskan untuk membangun komunikasi dengan kawan-kawan media, membangun jaringan komunikasi dengan masyarakat luar dan tugas-tugas kemasyarakatan lainnya diluar lingkungan terminal.

 Setelah melalui proses sosialisasi dan pembahasan yang panjang, suatu waktu H. Agus Kurnia meminta Andi untuk segera membuat sebuah taman bacaan diareal taman Terminal Depok. Namun dalam perencanaannya, Andi melihat banyak hal yang akan menjadi kendala untuk mendirikan taman bacaan di areal taman terminal, mengingat perizinan lahan akan sulit dan dibutuhkan pula banyak biaya didalamnya.

Hingga pada 20 November 2011, Andi Malewa yang saat itu sudah diangkat menjadi Ketua Divisi Eksternal PANTER, menyatakan kesiapannya untuk membangun sebuah Rumah Baca Gratis bagi warga terminal Depok. Bermodalkan sebuah ruangan kosong bekas kantor agen bus dideretan bangunan permanen didalam Terminal Depok, Andi mendeklarasikan keinginannya tersebut dalam rapat internal PANTER. Deklarasi kecil ini merumuskan sebuah nama untuk rumah baca yang akan dibangun yang hingga detik ini dikenal dengan nama : RUMAH BACA PANTER, Andi, dibantu beberapa rekannya, Juni Ulfa, Yoga Wirotama, Denty Apriliani, Frezka Fikri dan Alicia Maria (yang hingga saat ini menjadi pengurus tetap), dengan lantang menyuarakan perjuangan mereka untuk menggalang dukungan baik moril dan materil guna mewujudkan sebuah rumah baca GRATIS bagi warga terminal Depok melalui media sosial berjejaring twitter dan facebook. Memang tidak mudah meyakinkan orang-orang luar akan mimpi ini, akan tetapi semangat dan kerja keras Andi dan kawan-kawan mendapat sambutan positif dari “masyarakat twitter“.

Gayung pun bersambut, buku-buku berdatangan dari seluruh penjuru, dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Kalimantan bahkan pengguna twitter diujung timur negeri ini pun ikut membantu Andi dan kawan-kawan menciptakan sebuah ruang pustaka gratis bagi masyarakat terminal depok. Dengan visi “menciptakan lingkungan masyarakat yang santun dan cerdas” Andi dan kawan-kawan menjalankan misi membantu pemerintah dalam memberantas buta aksara dan memberikan pengetahuan secara Gratis bagi Supir, Kernet, pedagang asongan, pengamen dan anak jalanan.

Selengkapnya sobat bisa baca dihttp://rumahbacapanter.wordpress.com/

Kami janjian bertemu dengan @andivox karena akan disupport buku sejumlah 500 buku pelajaran untuk didistribusikan dan support sahabat @bukuntukpapua yang akan membangun perpustakaan di Papua.

20121216_122639

 Buku – buku ini akan disitribusikan ke perpustakaan – perpustakaan mandiri di Papua, dan semoga support dari kawan – kawan @rumahbacapanter akan berlanjut dengan support dari kawan – kawan, sobat lain untuk bersama kami mengumpulkan buku dan kirim ke Papua. Karena kami membayangkan betapa menyenangkannya jika anak, remaja dan dewasa bisa membaca, tersenyum sembari bermain dan belajar di perpustakaan – perpustakaan mandiri yang ada di Papua, seperti semangat dan senyum ceria yang kami lihat dirumah baca panter siang itu.

ayo kawan, tentukan dirimu mau membantu kami, atau membiarkan informasi ini lewat begitu saja, tapi kami yakinkan bahwa kami sudah bisa melihat anak – anak, remaja dan dewasa di Papua tersenyum manis sembari membaca banyak buku..lalu saling bantu, saling ajar supaya menjadi lebih baik, mari pegang tangan, sinergi..ingat sebuah buku, bangkitkan Papua.

Terimakasih kawan – kawan @rumahbacapanter dan @andivox..atas buku dan inspirasinya.

Ini aksiku, mana aksimu !!

Sebuah buku, bangkitkan Papua

Salam hormat

@bukuntukpapua

Sekali lagi, ini oleh – oleh tulisan @bukuntukpapua saat berkunjung ke @rumahbacapanter,terimakasih kawan, terimakasih sobat..mari bergerak

Ini aksiku, mana aksimu

Sebuah buku, bangkitkan Papua

Support Kami

Mix-Pack-8 (15)

Selamat Siang Sobat

Salam hormat dari kami @bukuntukpapua

Buku – buku yang telah dikumpulkan akan dikirimkan ke siapa ? dimana ? dan apa yang bisa sobat lakukan untuk selalu membantu gerakan ini.

Perpustakaan dan Calon Perpustakaan yang akan disumbang buku oleh @bukuntukpapua :

  1. TBM Sufado di Manokwari, yang dikelola oleh Mama Aksamina di TBM Sufado Manokwari Jl Sufado Pasir Putih Manokwari Papua Barat. – Manokwari. Keperluan : Buku – buku tentang keagamaan, Pertanian, Peternakan, Kamus bahasa dan buku lainnya.
  2. Perpustakaan Mandiri yang akan didirikan oleh kawan – kawan dari Majalah Selangkah di Nabire,                                                                     dan akan di kelola oleh Pak Longginus Pekey – Buku – buku PAUD, Sastra, novel, cerpen, menulis dan mainan untuk pendidikan PAUD
  3. Perpustakaan Mandiri yang akan didirikan dan dikelola oleh Ibu Guru SMA, Leny Irawati di Nabire
  4. Perpustakaan Mandiri di Asmat yang akan dikelola oleh Pdt Umbu Akwan, di Agats – Asmat.                                                                               Buku  – buku tentang cerita rakyat, pelajaran membaca, cerita anak – menggambar

Apakah hanya ini saja ? tentu tidak nantinya kami berharap banyak sobat di Papua yang bisa mendirikan, mengelola perpustakaan mandiri, sehingga masing – masing daerah akan memiliki perpustakaan yang dikelola secara mandiri

Jika sobat berminat, untuk support atau bersinergi dengan @bukuntukpapua saling membantu mewujudkan visi perpustakaan di setiap kampung di Papua dengan kontak kami di alamat email bukuntukpapua@gmail.com

Juga bagi sobat yang mau bantu sebagai sukarelawan/volunteer dari gerakan ini, bisa update selalu akun twitter kami di @bukuntukpapua dan selanjutnya sobat bisa melakukan beberapa langkah berikut ini :

Menjadi Sukarelawan / Volunteer…@bukuntukpapua

  1. Sobat bisa kirim CV ( atau data diri)  ke alamat email bukuntukpapua@gmail.com untuk kami data.
  2. Punya komitmen terhadap gerakan pengumpulan buku dan ikut serta aktif menggerakkan kegiatan ini dengan semangat sukarela.
  3. Selalu menjaga nama baik dari @bukuntukpapua mengingat gerakan ini adalah gerakan sosial non profit

Follow account twitter @bukuntukpapua untuk update kegiatan pengumpulan buku dan kegiatan yang lain

Sekali lagi, senang sekali sobat mau gabung dan peduli terhadap pendidikan di Papua dengan cara yang sederhana ini, sobat bisa mulai dengan follow kami di akun twitter @bukuntukpapua, sobat bisa ikut aktif menjadi tempat drop off di kotamu, sobat bisa aktif menjadi kurir yang akan mengumpulkan buku dari penyumbang ke titik drop off di kotamu dan yang lainnya. Dan satu hal yang pasti, kesukarelaanmu berarti sekali bagi gerakan ini, karena sobat sudah melakukan sesuatu, ikut menggerakan sesuatu, dan akhirnya sobat pun akan membuat perubahan ke arah yang lebih baik.

Buku adalah jendela dunia, sebuah buku, bangkitkan Papua.

Salam hormat

@bukuntukpapua

Bergerak Kawan

Mix-Pack-8 (59)

Semangat Sobat

Mau bantu sesuatu untuk bikin sebuah perubahan ?

Mau berbuat sebuatu tapi bingung harus ngapain ?

Eh gampang saja sobat, jika kamu ada buku – buku tak terpakai atau sudah terbaca dan cuma berbaris manis berdebu di rak – rak bukumu, ingat buku itu berhenti bermanfaat. Lalu apa yang harus kamu lakukan ?

Kamu bisa membantu kami dengan menggerakan gerakan @bukuntukpapua di kotamu untuk menjadi drop off buku – buku sumbangan yang ada di kotamu, ingat sebuah hal kecil tetapi berdampak besar bisa kamu lakukan dari rumahmu, ya dari kotamu. Ayo sobat bergerak, jangan menunggu, buatlah perubahan yang kamu inginkan karena gerakanmu berarti, dan ingat sebuah buku berjuta arti, sebuah buku bangkitkan Papua

Atau, kamu bisa saja langsung menyumbangkan bukumu dengan melihat daftar drop off kami yang ada di tempat mengumpulkan buku disini masing – masing dengan kontak personnya, jadi kamu bisa kontak mereka.

Loh lalu bukunya buat apa dan siapa  ?

Tenang saja sobat, bukumu akan kami kirimkan ke Papua, awalnya tujuannya adalah ke Nabire untuk membantu mensupport dua perpustakaan mandiri yang akan dibangun disana. Dan selanjutnya bukumu akan kami kirimkan ke Agats – Merauke dan akan kami berikan juga untuk mensupport sebuah Taman Bacaan Masyarakat Sufado di Manokwari – selanjutnya kami akan bantu sobat di Papua untuk mendirikan Perpustakaan dengan support bukunya dari gerakan ini.

Secara berkala, proses pengumpulan buku dan buku yang sudah diterima oleh masing – masing perpustakaan mandiri akan kami upload ke dalam blog ini, jadisobat yang sudah menyumbang akan tahu bukunya sudah ada di perpustakaan mana.

Kalau kamu tertarik membantu kami bisa email ke bukuntukpapua@gmail.com atau follow terus update di twitter kami di @bukuntukpapua.

Ingat, satu bukumu berguna

Sebuah buku, bangkitkan Papua

Salam

@bukuntukpapua

Tempat Mengumpulkan Buku

Mix-Pack-8 (88)

Halo Sobat,

Jadi, kalau kamu sudah memutuskan untuk menyumbang buku, ah terimakasih sekali karena yang pasti semua bukumu akan sangat berarti buat teman – teman yang membutuhkan di Papua sana.

Dan berikut adalah list tempat dimana teman – teman bisa mengumpulkan buku, lengkap dengan lokasi dan contact person jejaring dari @bukuntukpapua.

Drop Off Buku :

 

Yogyakarta

Perumahan Bumi Seturan Permai I no 2b, Seturan, Yogyakarta cp @arie7rose no Hp 085328113311

Puri Sewon Asri Blog F No 10, Panggungharjo, Sewon. Yogyakarta cp @marcokilima 085643062247

Jl.sambisari 06/34 duwet sendangadi mlati sleman,, cp @idaayum Hp 081227564885

 

Jakarta

Regency Melati Mas Blok F4, No 10,  BSD – Serpong. cp @hadi_priyo 081381304556

Jl. Komando Raya I No 24. RT 08/ RW 03. Kel. Karet Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan. cp @duwiry 0817748416

Jl. Kalibata tengah 3 No 15 RT 11 Rw 06, Kompleks Pomad Para Kalibata, Pancoran cp @JT_DC no Hp 085860015125

 

Sumedang/Bandung

Pondok Citra 86 RT 04/ RW 03, Ciseke, Jatinangor – Sumedang  cp @marmulia_s 085254076416

 

Semarang – Salatiga

RT 3/ RW 4 Gang Cendrawasih, Patemon Gunung Pati – Semarang cp @rizzakbar 085727106665

Jalan Karang Taruna I/12 Turusan – Salatiga cp @bidarani 085640005064

 

Surabaya – Jember

Jl. Sulung 3/19 RT 004/RW 001 – Kelurahan Alon – Alon Contong, Kecamatan Bubutan – Surabaya cp @AnthySalam 082122211579

Jalan Sunan Kalijogo No 16. Jember 68131 – Jember, dengan cp @triputramayor  email : anakminggu@yahoo.com No telp 0331 421382

Tenang saja, menyusul akan kami update tempat – tempat drop off buku sumbangan ini, siapa tahu kamu berminat bantu jadi tempat drop off buku sumbangan ini, hubungi kami di @bukuntukpapua atau email ke bukuntukpapua@gmail.com

Ingat, buku sobat akan sangat berarti sebab Sebuah buku, bangkitkan Papua !

Salam Perubahan,

@bukuntukpapua

Potret TBM Sufado cc Artikel Radiobuku

Maf

Semangat sore kawan,

“Selain minat masyarakat yang rendah, kendala yang dihadapi TBM Sufado juga sulitnya mendapatkan akses buku di Papua”

“Pemerintah tidak pernah menjawab proposal permohonan bantuan, jadi Sufado mengusahakan sendiri keberlangsungan kegiatan TBM Sufado. “

“Harapan saya kedepannya adalah semua rakyat Papua bisa membaca. Kata Mama Aksamina”

Diatas adalah twit yang dikumpulkan menjadi sebuah narasi, yang bisa dibaca di Radiobuku (http://radiobuku.com/baca/417/%252323tweets-komunitas-tbm-sufado-%2528manokwari–papua-barat%2529.html), berisikan tentang potret kenyataan yang di alami oleh pegiat literasi di Papua Barat, yang merasakan kesulitan akses terhadap buku dan ketidakpedulian pemerintah.

Bisa jadi refleksi bagi kitorang semua tentang pentingnya bisa saling kordinasi, saling bantu sumbang buku, berikut petikan twit – twit lengkapnya yang kami salin dari Radiobuku.

1. Aksamina Kambuaya sebagai Ketua Forum TBM Papua Barat mewakili teman-teman pegiat literasi di Papua Barat. #23Tweets #Sufado

2. Banyak kendala yang dihadapi di Papua Barat. Kondisinya tidak sama seperti di Jawa atau pulau-pulau lain. #23Tweets #Sufado

3. Masyarakat Papua ingin hidup bebas, saking bebasnya, tidak ingin diajari membaca dan tidak ingin diatur-atur. #23Tweets #Sufado

4. Orang Papua banyak yang tidak mengerti apa itu Taman Bacaan, jadi kehadiran Taman Baca Masyarakat belum populer. #23Tweets #Sufado

5. Di Kota Manokwari saja baru 6 TBM, kabupaten lain lebih parah, hanya ada satu dua, bahkan ada kabupaten yang tidak memiliki TBM. #23Tweets #Sufado

6. Sampai hari ini masih banyak Orang Papua dewasa yang belum bisa membaca karena belum memahami pentingnya membaca. #23Tweets #Sufado

7. Kata Sufado berasal dari bahasa Biak, yang berarti ‘Mari Kita Ke Hutan’. #23Tweets #Sufado

8. Sufado mengajak teman-teman yang sudah bisa membaca tulis untuk masuk ke hutan, mengajar masyarakat Papua dalam hutan yang belum bisa membaca. #23Tweets #Sufado

9. Sufado mengajak teman-teman di kota membantu membimbing masyarakat Papua untuk hidup lebih layak. #23Tweets #Sufado

10. Sufado berdiri sejak 2007. Sudah lima tahun. Meski begitu masih banyak yang harus dilakukan. Masih jauh dari keberhasilan. #23Tweets #Sufado

11. Untuk menarik masyarakat Papua datang pada kegiatan belajar, Mama Aksamina harus menyiapkan makanan. Kalau tidak mereka malas datang. #23Tweets #Sufado

12. Tentu saja butuh uang. Kalau ingin TBM lancar, pasti harus menggunakan uang pribadi, kata Mama Aksamina. #23Tweets #Sufado

13. Kalau sedang tidak ada uang, Pinang, kapur, dan sirih, dipanen dari halaman. Pasti selalu ada. #23Tweets #Sufado

14. Minat baca itu bisa dipaksa. Kegiatan dilakukan semenarik mungkin agar masyarakat mau membaca. #23Tweets #Sufado

15. Buku-buku agama, pertanian, perternakan, yang paling disuka oleh masyarakat Papua. Agar mendukung kehidupan mereka. #23Tweets #Sufado

16. Sebagian besar anak-anak Papua sudah bisa membaca dari sekolah. Yang paling sulit mengajar orang-orang tua.  #23Tweets #Sufado

17. Pernah tidak ada seorangpun masyarakat yang hadir ketika kegiatan pembelajaran di TBM Sufado dilakukan.  #23Tweets #Sufado

18. Selain minat masyarakat yang rendah, kendala yang dihadapi TBM Sufado juga sulitnya mendapatkan akses buku di Papua.  #23Tweets #Sufado

19. Pemerintah tidak pernah menjawab proposal permohonan bantuan, jadi Sufado mengusahakan sendiri keberlangsungan kegiatan TBM Sufado. #23Tweets #Sufado

20. Harapan saya kedepannya adalah semua rakyat Papua bisa membaca. Kata Mama Aksamina. #23Tweets #Sufado

21. Alamat TBM Sufado: Jalan Sufado Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Tiga KM dari Kota Manokwari. #23Tweets #Sufado

22. Mama Aksamina berharap ada bantuan buku dari pemerintah untuk meningkatkan minat baca masyarakat Papua. #23Tweets #Sufado

23. Mama Aksamina juga berharap agar orang Papua juga bisa sama seperti orang Indonesia bagian barat. #23Tweets #Sufado

Semoga banyak yang sudah mewujudkan kepeduliannya kepada mama aksamina di manokwari sana, kitorang melalui @bukuntukpapua juga akan coba kontak mama aksamina siapa tahu kami juga bisa membantu buku, nantikan informasi selanjutnya

Salam,

@bukuntukpapua

Sebuah buku, bangkitkan Papua

Awal Perjalanan

Halo Kawan,

The journey of a thousand miles begins with a single step.” ― Lao Tzu

Perjalanan sejauh apapun dimulai dari langkah pertama, kata seorang guru besar bangsa cina Lao Tzu. Ini akan jadi cerita langkah pertama sebuah perjalanan panjang dari gerakan yang kami buat, mengumpulkan buku, media, mainan edukatif untuk disumbangkan ke Perpustakaan Mandiri di Papua.

Untuk meningkatkan kualitas SDM, diawali dengan membentuk pola pikir. Pola pikir yang baik dapat terasah dari pendidikan, baik formal maupun nonformal. Pola pikir juga bisa terbentuk dari adanya minat baca yang tinggi dan tersedianya bacaan yang sesuai. Membaca merupakan salah satu ikhtiar membangun sebuah bangsa yang besar. ( Ari Zuntriana, Pustakawati Perpustakaan UIN Maliki, Malang, Jawa Timur, dalam kompas.com, Senin, 17 Mei 2010 | 18:15 WIB, Nasib Perpustakaan Daerah menulis )

Saat membaca hal ini, rasanya tersentak apalagi saat kami coba bertanya dan browsing tentang fenomena buku di tanah Papua, seperti yang terekam dalam salah satu berita di bawah ini :

Pimpinan Toko Buku Gramedia Cabang Kota Jayapura, Yakobus M mengungkapkan, bahwa penjualan buku di Papua termasuk yang paling mahal di Indonesia. Hal ini karena ekspedisi atau jasa pengiriman yang sangat mahal. Bahkan jasa pengiriman terkadang lebih mahal dibanding dengan harga buku itu sendiri.

Selaku pimpinan Toko Buku Gramedia yang sudah berdiri selama tujuh tahun di Kota Jayapura – Papua ini, ia mengaku merasa prihatin dengan masyarakat di Papua. Hal ini dikarenakan minat baca anak – anak di Papua, dimana peningkatannya cukup sedikit atau masih rendah. Karena faktor harga yang terlalu mahal. “Padahal kita masih di dalam kota. Bagaimana dengan yang ada di pedalaman,” ucapnya ( dalam berita http://bintangpapua.com/headline/27160-ongkos-kirim-lebih-mahal-dari-harga-jual-buku )

Buku memang bukan beras dan tidak termasuk sembilan kebutuhan bahan pokok. Kekurangan buku pastilah tak membuat rakyat kelaparan. Kekurangan produksi buku, juga tak membuat rakyat turun berdemo di jalanan. Kenaikan harga buku juga tak memusingkan pemerintah. DPR tak perlu bersidang khusus untuk urusan buku. Pemerintah juga tak merasa perlu mengatur tata-niaga buku agar harga buku terjangkau oleh rakyat. Toh, tak ada buku, tak membuat rakyat mati. ( tulis Isson Khoirul di http://media.kompasiana.com/buku/2011/05/21/hari-buku-nasional-700-toko-buku-3700-perpustakaan-tak-cukup-untuk-10-juta-pecinta-buku )

Tapi rasanya diam juga bukan cara yang bijak untuk menyikapi persoalan yang seperti ini, oleh sebab itu kami buat gerakan pengumpulan ini, cara membantunya mudah saja, kami akan update-kan dalam blog ini, drop – off atau tempat yang merupakan jejaring kami kumpulkan buku ini, untuk sementara tempat / titik pengumpulan ada di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang menyusul kota yang lain alamatnya akan kami update di posting selanjutnya. Sedang perpustakaan mandiri di Papua akan kami update kan juga dalam blog ini, yang pasti pilot project ini akan support perpustakaan yang akan dibangun di nabire dan di asmat – merauke menyusul perpustakaan – perpustakaan yang lain.

Kalau teman-teman tergerak boleh kontak kami di 081222967475 atau email ke bukuntukpapua@gmail.com atau bisa follow twitter kami di @bukuntukpapua

Sebuah buku, bangkitkan Papua

@bukuntukpapua