Support dari @rumahbacapanter

20121216_122917

“We learn from yesterday, live for today and hope for tomorrow” – Albert Einstein.

Siang terik, panas campur aduk dengan angkot – angkot yang saling berebutan masuk ke dalam areal terminal depok, gerah, mata jadi terasa pedas. Ada dua jalur untuk masuk ke terminal depok, jalur pertama bisa membawa Anda sampai ke halaman belakang terminal, mengarah ke stasiun kereta depok, dan jalur dua akan mengantar Anda sampai ke pangkalan bis menaikan penumpang. Di jalur dua itulah, di depan pangkalan bis – bis menaik turunkan penumpang berdiri @rumahbacapanter, tempat yang kami tuju, kawan – kawan yang mau support kami dengan buku.

PANTER, adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang didirikan olehH.Agus Kurnia. PANTER atau Paguyuban Terminal merupakan induk organisasi dari belasan paguyuban-paguyuban kecil yang ada diterminal Depok. Paguyuban-paguyuban kecil ini kerap kali menimbulkan konflik, sehingga H. Agus atau kerap disapa Abah Agus, berinisiatif menyatukan mereka kedalam sebuah Induk organisasi bernama PAGUYUBAN TERMINAL atau yang lebih dikenal dengan nama PANTER DEPOK.

PANTER yang dalam misi utamanya membangun lingkungan terminal yang santun, berhasil menekan perilaku premanisme, aksi kejahatan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang hidup didunia hitam.

 “Ambil yang kanan apa yang kiri nih masuk ke terminalnya” kata @priyo_hadi seorang teman dari drop off @bukuntukpapua bsd yang menemani kami, sebenarnya menyupiri kami. Tidak biasa, karena buat apa kami bawa mobil pribadi masuk sampai ke dalam terminal jika tak ada kepentingan mendesak, penting. Kami sedang menjemput buku, ya menjemput. Kawan dari @rumahbacapanter siang itu, mensupport gerakan pengumpulan buku yang kami gagas dengan memberikan kurang lebih 500 buku pelajaran dan ada dua buku istimewa : komik tentang tokoh HAM Munir.

Saya, @gamma_heart dan priyo_hadi salah ambil jalur, kami parkir jauh di belakang terminal, tanya satu kali dimana letak @rumahbacapanter langsung di kasih petunjuk yang tepat oleh ibu penjual rokok.

Ada sebuah bilik kecil, mungkin berukuran 3×3, penuh dengan susunan buku, ada sarung biola – yang ternyata untuk dipakai melatih anak jalanan oleh teman – teman relawan @rumahbacapanter – dan ada seorang pemuda, sedang menunggu kami, disampingnya ada anak kecil usia 2-3 tahun yang sedang tidur lelap : ternyata dialah @andivox, begitu kami mengenalnya via twitter, perkenalan singkat tapi berbekas dalam, @andivox tunggu kami walau kami telat hampir setengah jam, dan katanya seharusnya ramai, tapi kawan – kawan @rumahbacapanter sedang ada acara lain, tak bisa menunggu terlalu lama.

20121216_122041

Adalah Andi Malewa, seorang sarjana Teknik lulusan Universitas Pancasila Jakarta sejak masih berstatus mahasiswa, (2007) Andi (sapaan akrabnya) telah bergabung dengan PANTER sebagai aktivis sosial. Pada mulanya, H.Agus dan Andi lebih giat beraktivitas diluar terminal, dimana pada saat itu Andi ditugaskan sebagai humas eksternal PANTER yang ditugaskan untuk membangun komunikasi dengan kawan-kawan media, membangun jaringan komunikasi dengan masyarakat luar dan tugas-tugas kemasyarakatan lainnya diluar lingkungan terminal.

 Setelah melalui proses sosialisasi dan pembahasan yang panjang, suatu waktu H. Agus Kurnia meminta Andi untuk segera membuat sebuah taman bacaan diareal taman Terminal Depok. Namun dalam perencanaannya, Andi melihat banyak hal yang akan menjadi kendala untuk mendirikan taman bacaan di areal taman terminal, mengingat perizinan lahan akan sulit dan dibutuhkan pula banyak biaya didalamnya.

Hingga pada 20 November 2011, Andi Malewa yang saat itu sudah diangkat menjadi Ketua Divisi Eksternal PANTER, menyatakan kesiapannya untuk membangun sebuah Rumah Baca Gratis bagi warga terminal Depok. Bermodalkan sebuah ruangan kosong bekas kantor agen bus dideretan bangunan permanen didalam Terminal Depok, Andi mendeklarasikan keinginannya tersebut dalam rapat internal PANTER. Deklarasi kecil ini merumuskan sebuah nama untuk rumah baca yang akan dibangun yang hingga detik ini dikenal dengan nama : RUMAH BACA PANTER, Andi, dibantu beberapa rekannya, Juni Ulfa, Yoga Wirotama, Denty Apriliani, Frezka Fikri dan Alicia Maria (yang hingga saat ini menjadi pengurus tetap), dengan lantang menyuarakan perjuangan mereka untuk menggalang dukungan baik moril dan materil guna mewujudkan sebuah rumah baca GRATIS bagi warga terminal Depok melalui media sosial berjejaring twitter dan facebook. Memang tidak mudah meyakinkan orang-orang luar akan mimpi ini, akan tetapi semangat dan kerja keras Andi dan kawan-kawan mendapat sambutan positif dari “masyarakat twitter“.

Gayung pun bersambut, buku-buku berdatangan dari seluruh penjuru, dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Kalimantan bahkan pengguna twitter diujung timur negeri ini pun ikut membantu Andi dan kawan-kawan menciptakan sebuah ruang pustaka gratis bagi masyarakat terminal depok. Dengan visi “menciptakan lingkungan masyarakat yang santun dan cerdas” Andi dan kawan-kawan menjalankan misi membantu pemerintah dalam memberantas buta aksara dan memberikan pengetahuan secara Gratis bagi Supir, Kernet, pedagang asongan, pengamen dan anak jalanan.

Selengkapnya sobat bisa baca dihttp://rumahbacapanter.wordpress.com/

Kami janjian bertemu dengan @andivox karena akan disupport buku sejumlah 500 buku pelajaran untuk didistribusikan dan support sahabat @bukuntukpapua yang akan membangun perpustakaan di Papua.

20121216_122639

 Buku – buku ini akan disitribusikan ke perpustakaan – perpustakaan mandiri di Papua, dan semoga support dari kawan – kawan @rumahbacapanter akan berlanjut dengan support dari kawan – kawan, sobat lain untuk bersama kami mengumpulkan buku dan kirim ke Papua. Karena kami membayangkan betapa menyenangkannya jika anak, remaja dan dewasa bisa membaca, tersenyum sembari bermain dan belajar di perpustakaan – perpustakaan mandiri yang ada di Papua, seperti semangat dan senyum ceria yang kami lihat dirumah baca panter siang itu.

ayo kawan, tentukan dirimu mau membantu kami, atau membiarkan informasi ini lewat begitu saja, tapi kami yakinkan bahwa kami sudah bisa melihat anak – anak, remaja dan dewasa di Papua tersenyum manis sembari membaca banyak buku..lalu saling bantu, saling ajar supaya menjadi lebih baik, mari pegang tangan, sinergi..ingat sebuah buku, bangkitkan Papua.

Terimakasih kawan – kawan @rumahbacapanter dan @andivox..atas buku dan inspirasinya.

Ini aksiku, mana aksimu !!

Sebuah buku, bangkitkan Papua

Salam hormat

@bukuntukpapua

Sekali lagi, ini oleh – oleh tulisan @bukuntukpapua saat berkunjung ke @rumahbacapanter,terimakasih kawan, terimakasih sobat..mari bergerak

Ini aksiku, mana aksimu

Sebuah buku, bangkitkan Papua