PENDIDIKAN YANG TINGGI TANPA MEMBACA ADALAH SIA-SIA

Untitled design (13)

Buku yang sedang saya baca adalah buku-buku cerita rakyat. Tertarik membaca buku cerita rakyat karena di dalam setiap cerita yang diulas ada pesan-pesan moral yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup. Selain itu, ada banyak ragam cerita yang disampaikan oleh penulis pun mempunyai nilai tambah tersendiri bagi pribadi saya. Saya membaca buku saat perasaan sedang senang, karena saya yakin saat perasaan senang dan kita membaca maka yang dibaca dan pelajari akan bermakna ketimbang memaksa diri saat tidak siap untuk membaca, sebab kalau dipaksa maka apa yang kita baca tidak akan bermakna

Membaca mulai saya senangi saat kuliah semester tiga. Waktu itu saya terinspirasi suka membaca karena ada sosok Bu Susi Pudjiastuti yang terpilih jadi menteri. Membaca artikel di media sosial yang menceritakan latar belakang kehidupannya Ibu Menteri membuat saya berpikir “pendidikan yang tinggi tanpa membaca adalah sia-sia”. Sa juga senang dengan membaca buku-buku cerita rakyat dan buku-buku pendidikan. Kedua jenis buku – buku ini mampu menjadi bekal bagi masa depan saya terutama menjadi seorang pendidik bukan hanya mengajar tentang ilmu pengetahuan namun mampu mendidik generasi muda.

Raditya Dika adalah penulis yang ingin saya temui, karena menurut saya cerita-cerita yang ditulis penuh imajinasi yang luar biasa. Bahkan diangkat dalam sebuah film yang tentu memotivasi para penonton dan menunggu serial-serial cerita selanjutnya yang menarik. Saya juga percaya bahwa membaca dapat mengubah kehidupan seseorang, saya merasakan hal itu terjadi dalam kehidupan saya. Pengalaman yang tidak bisa saya lupakan dengan manfaat membaca yaitu puji TUHAN saya dapat menjuarai beberapa lomba, antara lain duta genre, juara pidato,puisi, dan yang terakhir menulis naskah sandiwara radio dari RRI Sorong.

|
Itu sebab, sa pesan ke teman – teman jangan pernah bosan untuk membaca karena dengan membaca kita akan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan serta kita akan kritis dalam menelaah segala informasi. Selain itu, membaca merupakan kunci kesuksesan  bagi seseorang.

**

Tentang Hofia Rita Koibur

Anak bungsu dari 4 bersaudara ini sedang menempuh pendidikan di Universitas pendidikan Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA). Ia juga tengah mengikuti program magang di SD Inpres 5 Doom, sebuah program dari UNIMUDA.

Seandainya ada perpustakaan daerah maka saya adalah pengunjung setianya.

Seandainya ada perpustakaan daerah maka saya adalah pengunjung setianya.

 

Jika ngidam sebuah buku,maka buku itu akan saya bawa kemanapun. Seperti kejadian beberapa waktu lalu, saya membaca buku di taksi, saking serunya sampai senyum-senyum sendiri. Saya yakin orang yang duduk di sebelah pasti mengganggap saya aneh, hehe. Ya begitulah kalau sudah “ngidam” buku. Di ruang guru pun sambil menunggu jam mengajar saya selalu usahakan membaca buku.

Seandainya di kota sorong ada perpustakaan daerah maka mungkin saya adalah pengunjung setianya. Seperti ketika dulu kuliah di Jayapura, perpustakaan daerah di Kotaraja menjadi tempat favorit. Setiap ada waktu luang, pasti berkunjung ke sana walau harus jalan kaki dari Padang Bulan ke Kotaraja. Ada banyak buku yang sedang menunggu antrian untuk saya, sekarang saya lagi membaca buku – buku teknis komputer tentang mengoperasikan MS Words dan Excel, juga buku – buku photoshop, karena saya suka mengedit – edit foto. Semua buku ini saya beli sendiri di Gramedia Sorong, cukup lumayan uang yang harus dikeluarkan, hampir Rp.800.000,-, ini seperti harta buat saya, buku – buku ini.

Waktu SD di tahun 90-an, ada sebuah toko buku di depan toko Hanseng HBM, kalau tidak salah ingat. Saya suka memaksa Bapa untuk menemani saya ke toko buku itu, dan buku – buku anak tetang puteri kerajaan yang suka saya beli, jadi senyum – senyum sendiri mengingat kembali hal ini. Dongeng paling saya sukai, karena sering didongengi Mamatua sebelum tidur. Beliau suka cerita tentang kisah puteri dan pangeran. Dan ini yang membuat saya jadi menyukai buku cerita anak dengan genre fantasi.

Penulis yang disukai ? wah, RL Stine, buku-buku ceritanya yang dengan tema misteri sangat menarik. Kalau membaca buku itu, saya baru beranjak kalau sudah selesai baca bukunya. Dia pandai membuat pembaca masuk ke dalam cerita, rasanya setiap usai membaca bukunya, saya merasa ada kepuasan batin tersendiri. Saya juga ingin sekali bisa bertemu Aprila Wayar, mengapa ? Karena dia adalah salah satu penulis perempuan Papua dan saya juga baru saja membaca novelnya yang berjudul “Dua Perempuan”, dengan Jayapura sebagai latar, tempat – tempat yang tidak asing untuk saya. Saya menunggu karya – karya Aprila selanjutnya. Bangga sekali ada penulis dari Papua dan semoga ke depannya, lahir penulis – penulis Papua berbakat lainnya.

Saya percaya membaca bisa mengubah orang. Kita dapat mempengaruhi orang lain tidak saja melalui kata-kata namun juga lewat tulisan kita. Orang yang membaca tulisan kita kan secara otomatis membaca opini kita atau pandangan kita tentang sesuatu. Saya ingat, ada satu buku yang saya baca yang berjudul “Mencintai Hidup” yang ditulis oleh Victoria Osteen. Buku ini saya baca berulang kali, karena pada awalnya saya tidak suka mendengar orang lain, saya lebih suka didengarkan. Dalam buku itu ada satu bagian yang mengatakan bahwa kita harus menjadi pendengar yang baik,mendengar bukan sekedar mendengar namun mendengar dengan perhatian. Karena itu adalah salah satu bentuk perhatian kita kepada orang-orang di sekeliling kita. Di tahun 2013, selepas membaca buku itu berulang kali, saya merasa diri ini menjadi sedikit berbeda, saya mulai berusaha mendengar dengan penuh perhatian apa yang disampaikan orang lain, dan menunjukkan kepedulian saya dengan bertanya tentang apa yang menjadi cita-cita atau impian seseorang serta langkah-langkah apa saja yang ditempuh untuk mencapai mimpinya itu.

Agar suka membaca, saya sendiri berusaha menemukan gairah akan buku tersebut, sehingga buku itu membuat saya ingin membacanya, yang kedua sisihkan uang untuk membeli buku dan yang ketiga buat target membaca buku, sisihkan waktu untuk melakukannya. Saya sendiri merasa wajib tiap bulan saya harus baca 1 buku biografi dan buku rohani.

**

Tentang Siska Safisa
Lulusan Universitas Cenderawasih dengan jurusan Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini lahir di Jayapura. Saat ini bekerja sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri Satap Malagubtuk Distrik Klayili Kabupaten Sorong. Selain mengajar secara formal di Sekolah, ia juga mendirikan dan mengelola rumah baca yang ia namakan ‘Rumah Gaba” yang berada di kampung Malagubtuk. Keseharian selain mengajar di sekolah, ia disibukkan mengajar anak-anak usia 5- 8 tahun di rumah baca yang berlangsung dari hari Senin hingga Kamis pukul 18.00 -20.00 WIT.

Kunjungi Rumah Gaba di sini https://www.facebook.com/rumah.gaba dan ini https://www.instagram.com/rumahgaba/

GemarMembaca72