Membaca adalah Sebuah Petualangan Ajaib

Image may contain: 1 person , mountain, outdoor and nature

Pengalaman berkesan tentang membaca? rasanya untuk menjawabnya saja terlalu berkesan sehingga sulit diungkapkan dengan kata-kata. Yang jelas, ada perasaan lain saat membaca, seperti ditarik masuk ke dalam buku yang sedang dibaca : ajaib.

Jika bercerita tentang buku favorit, maka buku itu adalah Ayat-Ayat Cinta [1]. Ini novel pertama yang pernah saya baca. Waktu itu saya masih SMP kelas 1, yang begitu tiba di rumah dari sekolah, makan siang dan segera setelah makan saya langsung baca buku novel itu, alhasil saya selalu dimarahi Mama, karena sebenarnya ada pekerjaan rumah yang harus saya kerjakan eh malah saya habiskan dengan membaca hehe, ini jangan ditiru ya soalnya kita seharusnya bisa membagi waktu dengan pekerjaan lain apalagi kalau piring kotor lagi menumpuk.

Selain Ayat-Ayat Cinta, saya juga mengagumi karya-karya Andrea Hirata [2]. Saya bahkan tidak pernah melewatkan satu karyanya pun, mulai dari triologi Laskar Pelangi sampai dengan buku terbarunya yang berjudul Ayah. Sekarang saya sedang tertarik dengan buku/novel berlatar belakang sejarah seperti Amba [3], Pulang karya Leila S. Chudori [4] dan Cerita dari Digul. Kebetulan saya kurang suka dan kurang pandai menghafal tanggal dari cerita – cerita sejarah, nah lewat buku-buku berlatar belakang sejarah inilah saya lebih mudah belajar dan tahu peristiwa-peristiwa sejarah lengkap dengan “bumbu-bumbu” dari penulisnya. Kalau bicara buku favorit banyak mungkin dan akan semakin panjang ceritanya, jadi sekian dulu cerita soal buku favorit hehe.

Sejujurnya saya tidak ada darah atau keturunan Papua, selain yang saya tahu adalah nenek moyang saya orang Papua asli berasal dari kampung Arguni yang nikah dengan orang Maluku. Selain itu, saya sendiri lahir dari Ibu berdarah Jawa, dan Ayah yang berdarah Maluku. Selain itu, saya lahir dan besar di Kaimana, Papua Barat. Hal inilah yang sampai saat ini membuat saya merasa sebagai orang Papua, meskipun kalau ketemu dan melihat saya secara langsung, orang tidak pernah terpikir akan hal ini.

Sekarang saya kuliah di Yogyakarta, dan sambil kuliah saya dan beberapa teman membuat inisiatif bernama Papua Bercerita. Jadi mendokumentasikan cerita orang – orang Papua dan membagikan ceritanya melalui media sosial @PapuaBercerita. Tahun kemarin, kami sudah melakukan donasi buku untuk salah satu rumah belajar di Kaimana. Kami juga mengajar di salah satu SD disana, dan juga mengajar bahasa inggris (bimbel) di luar sekolah pada sore hari. Seperti inilah garis besar project sosial ini, yang akan berlanjut untuk ke depannya.

Pendapat saya tentang anak Papua yang gemar membaca: keren sekali, two thumbs up!! Menurut saya, anak Papua sudah seharusnya memang gemar membaca biar kita tidak tertinggal dengan anak-anak yang ada di kota besar. Supaya tidak ada lagi orang yang memandang sebelah mata kepada anak-anak Papua. Buktikan bahwa anak-anak Papua itu cerdas dan tidak kalah dengan anak-anak lain. Satu hal yang perlu diingat, bahkan anak-anak di kota besar pun tidak semuanya gemar membaca. Jadi, tidak ada kesimpulan bahwa anak-anak kota lebih bisa.

Dwi Fajar Suharjuly*

*Mahasiswi semester akhir pada jurusan Akuntansi S1 di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Selain belajar di kampus juga menginisiasi dan menjalankan project sosial “Papua Bercerita” sejak Februari 2015. Di project ini, Fajar dan seorang rekannya bernama Farah Amalia aktif mewawancara orang-orang Papua dan kemudian membagikan cerita mereka di facebook dan instagram @papuabercerita.

[1] Ayat Ayat Cinta adalah novel berbahasa Indonesia karangan Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan pertama kali pada tahun2004 melalui penerbit Basmala dan Republika. Novel ini berisikan 418 halaman dan sukses menjadi salah satu novel fiksi terlaris diIndonesia yang dicetak sampai dengan 160 ribu eksemplar hanya dalam jangka waktu tiga tahunhttps://id.wikipedia.org/wiki/Ayat-Ayat_Cinta

[2] Andrea Hirata adalah lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan studi S1 di UI, pria yang kini masih bekerja di kantor pusat PT Telkom ini mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi Master of Science di Université de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang meledak penjualannya di Indonesia mengantarkannya mendapat penghargaan antara lain dari Khatulistiwa Literaly Award (KLA) pada tahun 2007, Aisyiyah Award, Paramadina Award, Netpac Critics Award, dan lain sebagainya. http://profil.merdeka.com/indonesia/a/andrea-hirata/

[3] Amba adalah novel karya Laksmi Pamunjak yang berkisah tentang masa kelam Indonesia tahun 1965, novel yang tidak berpretensi mengoreksi sejarah tetapi hanya ingin mencipta ulang sejarah dengan huruf s kecil, tentang kisah-kisah manusia biasa yang tidak tercatat. Tentang mereka yang tidak terlibat, tapi hidupnya berubah dilimbur arus sejarah. Novel ini mengantarkannya menjadi salah satu penulis yang ikut serta pada Franfurt Book Festival di Jerman dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris, Belanda dan Jerman http://www.dw.com/…/manusia-dalam-kemelut-sejara…/a-16601193

[4] Leila Salikha Chudori adalah penulis Indonesia yang menghasilkan berbagai karya cerita pendek, novel, dan skenario drama televisi.Leila S. Chudori bercerita tentang kejujuran, keyakinan, dan tekad, prinsip dan pengorbanan. Mendapat pengaruh dari bacaan-bacaan dari buku-buku yang disebutnya dalam cerpen-cerpennya yang kita ketahui dari riwayat hidupnya ialah Franz Kafka, pengarang Jerman yang mempertanyakan eksistensi manusia, Dostoyewsky pengarang klasik Rusia yang menggerek jauk ke dalam jiwa manusia. D.H Lawrence pengarang Inggris yang memperjuangkan kebebasan mutlak nurani manusia, pengarang Irlandia James Joyce, yang terkenal dengan romannya Ullysseshttp://www.goodreads.com/author/show/760524.Leila_S_Chudori

[5] Pulang adalah cerita tentang eksil yang tidak bisa kembali ke negerinya, menjadi orang bebas tanpa tanah pijakan. Lalu harus bertahan hidup di negeri sebrang sembari terus dihantui perasaan bersalah karena banyak kawan di Indonesia satu persatu tumbang, dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan Peristiwa 30 September.http://www.goodreads.com/book/show/16174176-pulang

#bukuntukpapua #GemarMembaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s