Kita dituntut untuk memiliki wawasan yang luas. Dengan kebiasan gemar membaca semua itu dapat terwujud.

Image may contain: 1 person

 

Saya menyuka semua buku yang pernah dibaca karena sebelum membaca sebuah buku sampai tuntas tentunya diawali dengan rasa suka, dan Alkitab menjadi salah satu bacaan yang paling saya suka. Saya mulai gemar membaca sejak SMP terutama buku-buku berbahasa Inggris, fisika dan karya sastra seperti karya Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Doyle yang menceritakan kisah-kisah detektif.

Kegemaran ini dimulai dengan rasa penasaran tentang apa isi buku tersebut, kemudian saya mulai menggali lebih dalam apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis melalui buku tersebut.

Beranjak ke SMA cukup banyak referensi untuk dibaca terutama karya-karya Sastra dan ilmu-ilmu social, antara lain Wonder karya Arthur Gordon, the Prophet karya Khalil Gibran, the Murder of Roger Acroyd, dan beberapa karya lainnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Bagi saya setiap buku tersirat banyak kesan dan pesan yang bisa kita ambil. Kutipan favorit saya yakni:

“Nothing in life is more exciting and rewarding than the sudden flash of insight that leaves you a changed person, not only changed, but for the better”

Diambil dari salah satu karya Arthur Gordon yang berjudul Wonder. Kutipan ini menjadi dasar yang memotivasi untuk terus berupaya menjadi lebih baik karena setiap orang bisa berubah tapi tidak semua bisa berubah menjadi lebih baik oleh sebab itu dibutuhkan cara pandang dan tekad untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.

Saya berasal dari Biak, menempuh pendidikan dasar hingga SMA di Biak kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Papua Manokwari jurusan Sastra Inggris. Saat ini saya bekerja di Jakarta sebagai staf Diplomat di Kementerian Luar Negeri. Sebagai seorang staf diplomat maka saya lebih banyak melakukan tugas kunjungan keluar negeri terkait dengan kepentingan Negara.
Sejak kuliah memang saya sudah terlibat di beberapa kegiatan social yang dilakukan di kampus dan saat ini sedang terlibat dalam sebuah Forum Komunikasi Alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia dengan kegiatan yang ditujukan untuk membangun jaringan komunikasi dengan 658 teman-teman yang tersebar di 60 negara, selain itu juga aktif dalam Forum Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia.

Bagi saya Gerakan Anak Papua Gemar Membaca adalah langkah jenius, saya katakan jenius karena anak-anak Papua pada dasarnya memang jenius bila terus membiasakan diri dengan membaca dan focus pada apa yang disukai dan tekuni. Kita dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, dengan kebiasan gemar membaca semua itu dapat terwujud.
Mulailah membaca sejak dini, teruslah melangkah dan capai tujuanmu karena tidak ada yang dapat menghentikan langkah kita. Hanya ada satu orang yang mampu menghentikan langkah kita yaitu kita sendiri.

Alfons Sroyer, Saat ini bekerja sebagai Staf Diplomat Kementrian Luar Negeri RI di Jakarta. (EM)

#bukuntukpapua #GemarMembaca #anakpapuacerdas #PapuaCerdas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s